Page 1 of 2 12 LastLast
Results 1 to 10 of 19

Thread: PTP tapi murah mungkin Solusi untuk "Mengurangi" BOT

  1. #1

    PTP tapi murah mungkin Solusi untuk "Mengurangi" BOT

    Barusan mencoba leveling di map Chaos-Muka.
    Gila BOT begitu banyaknya mungkin sekitar 100an di map itu. semuanya farming dan leveling (Bot juga leveling buat ke map berikutnya)

    Kemarin cari Green Herb di Loki-Argiope (2 Map dibawah Aldebaran).
    Gila juga, BOT dan Char yg mungkin MVPan Mistress 100an juga berkeliaran dan ini server Loki bung, server yg kayak kuburan tapi ARgiopenya mengalahkan ramainya pasar Payon.

    Prediksi saya ada 3000-5000 BOT di Chaos, dan 1000-2000 BOT di Loki.
    Bagaimana caranya kamu kerahkan Bot Hunter buat menangkap 4000-7000 char, jika besoknya muncul lagi karena bikin botnya gampang dan gratisan.

    Tiba2 sadar, jaman dulu main di server Lxxx yg berbayar bulanan itu, BOT tidak se merajalela server gratisan punyanya Gravindo.

    Solusi buat "Mengurangi" populasi BOT adalah mengubah menjadi Pay TO Play, tapi dibikin murah.
    Jaman dulu kita harus bayar 2 ribu/hari:
    65 ribu buat 30 hari
    35 ribu buat 15 hari,
    15 ribu buat 7 hari,
    10 ribu buat 10 jam total.
    dan anehnya, kita tetap "rela" buat membayar.
    Walaupun ada BOT, biasanya char berbayarlah yang di BOT buat leveling bukan buar farming dan populasinya tidak separah server gratisan.

    Usulan tarif buat server gratisan adalah seribu/hari (lebih murah dari tarif parkir):
    30 ribu buat 30 hari
    15 ribu buat 15 hari
    7 ribu buat 7 hari
    5 ribu buat 10 jam total (WOE doang 4 kali dan duduk2 setelah WOE)

    10 Ribu = +1 hari dan premium 1 hari (modifikasi tarif premium)

    saya rasa tarif murah tsb cukup terjangkau di tahun 2017 ini, bayangkan dulu ditahun 2004an kita rela bayar 2 ribu per hari buat main RO.
    Uang seribu di tahun 2017 : Uang 2 Ribu di tahun 2004 = 1/5 nya kali ya.

    Jika Botter ikut membayar berarti ada 4000-7000 BOT ikut menyumbang seribu rupiah per hari ke GRavindo alias 4-7 juta per hari atau 120-210 JUTA / bulan pemasukan tambahan jika Botter tetap mau ngebot dan membayar.

    Bagaimana pendapat anda?
    Last edited by Elgoog; 06-19-2017 at 01:33 PM.

  2. #2
    Peco-Peco KoHH_guardian's Avatar
    Join Date
    Jan 2017
    Location
    Bandung
    Posts
    327
    Quote Originally Posted by Elgoog View Post
    Barusan mencoba leveling di map Chaos-Muka.
    Gila BOT begitu banyaknya mungkin sekitar 100an di map itu. semuanya farming dan leveling (Bot juga leveling buat ke map berikutnya)

    Kemarin cari Green Herb di Loki-Argiope (2 Map dibawah Aldebaran).
    Gila juga, BOT dan Char yg mungkin MVPan Mistress 100an juga berkeliaran dan ini server Loki bung, server yg kayak kuburan tapi ARgiopenya mengalahkan ramainya pasar Payon.

    Prediksi saya ada 3000-5000 BOT di Chaos, dan 1000-2000 BOT di Loki.
    Bagaimana caranya kamu kerahkan Bot Hunter buat menangkap 4000-7000 char, jika besoknya muncul lagi karena bikin botnya gampang dan gratisan.

    Tiba2 sadar, jaman dulu main di server Lxxx yg berbayar bulanan itu, BOT tidak se merajalela server gratisan punyanya Gravindo.

    Solusi buat "Mengurangi" populasi BOT adalah mengubah menjadi Pay TO Play, tapi dibikin murah.
    Jaman dulu kita harus bayar 2 ribu/hari:
    65 ribu buat 30 hari
    35 ribu buat 15 hari,
    15 ribu buat 7 hari,
    10 ribu buat 10 jam total.
    dan anehnya, kita tetap "rela" buat membayar.
    Walaupun ada BOT, biasanya char berbayarlah yang di BOT buat leveling bukan buar farming dan populasinya tidak separah server gratisan.

    Usulan tarif buat server gratisan adalah seribu/hari (lebih murah dari tarif parkir):
    30 ribu buat 30 hari
    15 ribu buat 15 hari
    7 ribu buat 7 hari
    5 ribu buat 10 jam total (WOE doang 4 kali dan duduk2 setelah WOE)

    10 Ribu = +1 hari dan premium 1 hari (modifikasi tarif premium)

    saya rasa tarif murah tsb cukup terjangkau di tahun 2017 ini, bayangkan dulu saja kita rela bayar 2 ribu per hari buat main RO.

    Jika Botter ikut membayar berarti ada 4000-7000 BOT ikut menyumbang seribu rupiah per hari ke GRavindo alias 4-7 juta per hari pemasukan tambahan jika Botter tetap mau membayar.

    Bagaimana pendapat anda?
    Kalau menurut saya, semuanya kembali ke masing-masing pribadi:
    1. Apa tujuan masing-masing pribadi bermain RO?
    2. Apakah sudah memiliki komunitas (a.k.a guild, terutama guild WoE)?

    Jika sudah memiliki komunitas pastilah akan rela meraih kocek untuk dapat tetap bermain.
    Bagi yang memiliki tujuan bermain untuk mencari pundi-pundi rupiah, jika selama ini sudah memiliki penghasilan lumayan secara konstan, pastilah akan tetap bermain juga.
    Botter? Pasti masih main juga
    Yang ada kemungkinan tidak bersedia membayar kemungkinan yang bermain hanya untuk nostalgia, dan merasa sudah cukup bernostalgia.

    Sekali lagi, hanya pendapat pribadi.
    Regards For All Who Have Been My Partners and Our Rivals

    Red Default Hair Type Full Support Priest ~> Full Support High Priest with Striped Bandana (Loki - Thor: 2003 - 2007)
    Battle Priest (Chaos - Thor: 2017 - ...)
    Full Support Acolyte and Battle Acolyte (Valhalla: 2017 - ...)


    Sometimes, things may not go your way, but the effort should be there every single night
    -Michael Jordan-

  3. #3
    Seingetku udah sering dikasi sarang buat P2P dari dlu, entah didengerin ato nda.

    Tapi menurut wa sih sekarang udah telat.
    Sekarang yg maen entah masi banyak ato nda, soalnya uda ga pernah online gw, ol cuman buat WOE itu jg kalo sempat. Login ossas juga uda males. Kalo dikasi P2P skrg sih, personally fix bye2 RO Gravindo.
    Open minded and Carefree ~

  4. #4
    ada beberapa alasan Server P2P di beberapa server udh ditutup, pada awalnya LYTO pun memiliki Server P2P (Thor yang akhirnya dijadikan F2P)

    1. Server P2P sulit menyerap pemain baru, pemain baru yang belum merasakan puasnya bermain ragnarok mana mau disuruh membayar, kondisi keluar uang/tidak keluar uang sudah sangat menjadi pertimbangan seseorang akan mencoba bermain atau tidak

    2. Server sudah terlanjur F2P, baik server classic (Chaos Loki) dan Renewal (Asgard, Midgard) sudah Free, belum tentu player yang sudah terbiasa bermain gratis mau disuruh membayar,

    3. adanya Server RO lain yang F2P, Server besutan Gravity Sendiri Sudah tidak memiliki server P2P, apabila RO Lokal menjadi berbayar bs dipastikan server besutan langsung lebih diminati dibanding server lokalnya

    4. Banyak Game Lain yang F2P, baik MMORPG, MMOFPS maupun MOBA sekarang trendnya F2P dengan barang premium (baik hanya kosmetik maupun memiliki effect)


    Sedikit catatan untuk Bot di Gravindo > Bot Server FnC

    1. Orientasi Bot Gravindo = Duit, Sedangkan orientasi bot FnC = leveling, Server FnC menerapkan sistem drop eq upon death yang membuat orang terpaksa memakai eq classic di content renewal yang sangat impossible untuk hunting manual dengan death penalty 5%

    2. Bot disini bukan perorangan personal use tapi rame2 model mafia, botnya aja dijual bro :v, dan karena orientasi botternya cari duit RP ya susah

    3. Player udh gk peduli barang halal ato haram yang dia pake, Awal2 Server Mau buka gw udh sering Koar Koar kalo aa bot jangan dibeli zeny/itemnya, BL orang itu dari market, gravindo udh menyediakan ranking page buat ngecheck zeny orang yang bs membantu hal ini, tapi gak didengar, player2 tetap beli item/zeny dari botter yang notable murah,

    end line, masalah bot gak cuma 100% pure salah publisher, menurut gw salah publisher cuma 30% karena di server luar aja penanganan bot itu manual, bukan by system (GM jalan sendiri/Laporan Player bukan system auto detect), komunitas player punya 70% dosa terhadap suburnya bot dengan menciptakan kondisi pasar yang tidak mempersulit bot,

    FYI di server luar yang notable bagus, recruitment guild aja no BOTTER, No RMT Player (Server tidak mengizinkan RMT), ini membuktikan bahwa komunitas mendukung keadaan ekonomi server yang sehat, di indo bisa gak? Bisa banget, cuma kembali ke mental mental orang2 sini aja, apakah mau bareng2 ato mau menikmati hasil bot, kalo kita semua kompok ngusir botter gw yakin mereka gaakan hidup lama

  5. #5
    Quote Originally Posted by heickel View Post
    ada beberapa alasan Server P2P di beberapa server udh ditutup, pada awalnya LYTO pun memiliki Server P2P (Thor yang akhirnya dijadikan F2P)

    1. Server P2P sulit menyerap pemain baru, pemain baru yang belum merasakan puasnya bermain ragnarok mana mau disuruh membayar, kondisi keluar uang/tidak keluar uang sudah sangat menjadi pertimbangan seseorang akan mencoba bermain atau tidak

    2. Server sudah terlanjur F2P, baik server classic (Chaos Loki) dan Renewal (Asgard, Midgard) sudah Free, belum tentu player yang sudah terbiasa bermain gratis mau disuruh membayar,

    3. adanya Server RO lain yang F2P, Server besutan Gravity Sendiri Sudah tidak memiliki server P2P, apabila RO Lokal menjadi berbayar bs dipastikan server besutan langsung lebih diminati dibanding server lokalnya

    4. Banyak Game Lain yang F2P, baik MMORPG, MMOFPS maupun MOBA sekarang trendnya F2P dengan barang premium (baik hanya kosmetik maupun memiliki effect)


    Sedikit catatan untuk Bot di Gravindo > Bot Server FnC

    1. Orientasi Bot Gravindo = Duit, Sedangkan orientasi bot FnC = leveling, Server FnC menerapkan sistem drop eq upon death yang membuat orang terpaksa memakai eq classic di content renewal yang sangat impossible untuk hunting manual dengan death penalty 5%

    2. Bot disini bukan perorangan personal use tapi rame2 model mafia, botnya aja dijual bro :v, dan karena orientasi botternya cari duit RP ya susah

    3. Player udh gk peduli barang halal ato haram yang dia pake, Awal2 Server Mau buka gw udh sering Koar Koar kalo aa bot jangan dibeli zeny/itemnya, BL orang itu dari market, gravindo udh menyediakan ranking page buat ngecheck zeny orang yang bs membantu hal ini, tapi gak didengar, player2 tetap beli item/zeny dari botter yang notable murah,

    end line, masalah bot gak cuma 100% pure salah publisher, menurut gw salah publisher cuma 30% karena di server luar aja penanganan bot itu manual, bukan by system (GM jalan sendiri/Laporan Player bukan system auto detect), komunitas player punya 70% dosa terhadap suburnya bot dengan menciptakan kondisi pasar yang tidak mempersulit bot,

    FYI di server luar yang notable bagus, recruitment guild aja no BOTTER, No RMT Player (Server tidak mengizinkan RMT), ini membuktikan bahwa komunitas mendukung keadaan ekonomi server yang sehat, di indo bisa gak? Bisa banget, cuma kembali ke mental mental orang2 sini aja, apakah mau bareng2 ato mau menikmati hasil bot, kalo kita semua kompok ngusir botter gw yakin mereka gaakan hidup lama
    Benar banget tulisan kamu bro. Jadi nasib kita mungkin tidak akan berubah, tetap main di server F2P. Bot akan tetap merajalela sampai ada penanganan super serius dari pihak Publisher.

  6. #6
    percuma publisher mo berdarah2 juga, selama orang2 pada beli hasil bot dan gk mau tau itu barang drimane ya susah

  7. #7
    Quote Originally Posted by Elgoog View Post
    Barusan mencoba leveling di map Chaos-Muka.
    Gila BOT begitu banyaknya mungkin sekitar 100an di map itu. semuanya farming dan leveling (Bot juga leveling buat ke map berikutnya)

    Kemarin cari Green Herb di Loki-Argiope (2 Map dibawah Aldebaran).
    Gila juga, BOT dan Char yg mungkin MVPan Mistress 100an juga berkeliaran dan ini server Loki bung, server yg kayak kuburan tapi ARgiopenya mengalahkan ramainya pasar Payon.

    Prediksi saya ada 3000-5000 BOT di Chaos, dan 1000-2000 BOT di Loki.
    Bagaimana caranya kamu kerahkan Bot Hunter buat menangkap 4000-7000 char, jika besoknya muncul lagi karena bikin botnya gampang dan gratisan.

    Tiba2 sadar, jaman dulu main di server Lxxx yg berbayar bulanan itu, BOT tidak se merajalela server gratisan punyanya Gravindo.

    Solusi buat "Mengurangi" populasi BOT adalah mengubah menjadi Pay TO Play, tapi dibikin murah.
    Jaman dulu kita harus bayar 2 ribu/hari:
    65 ribu buat 30 hari
    35 ribu buat 15 hari,
    15 ribu buat 7 hari,
    10 ribu buat 10 jam total.
    dan anehnya, kita tetap "rela" buat membayar.
    Walaupun ada BOT, biasanya char berbayarlah yang di BOT buat leveling bukan buar farming dan populasinya tidak separah server gratisan.

    Usulan tarif buat server gratisan adalah seribu/hari (lebih murah dari tarif parkir):
    30 ribu buat 30 hari
    15 ribu buat 15 hari
    7 ribu buat 7 hari
    5 ribu buat 10 jam total (WOE doang 4 kali dan duduk2 setelah WOE)

    10 Ribu = +1 hari dan premium 1 hari (modifikasi tarif premium)

    saya rasa tarif murah tsb cukup terjangkau di tahun 2017 ini, bayangkan dulu ditahun 2004an kita rela bayar 2 ribu per hari buat main RO.
    Uang seribu di tahun 2017 : Uang 2 Ribu di tahun 2004 = 1/5 nya kali ya.

    Jika Botter ikut membayar berarti ada 4000-7000 BOT ikut menyumbang seribu rupiah per hari ke GRavindo alias 4-7 juta per hari atau 120-210 JUTA / bulan pemasukan tambahan jika Botter tetap mau ngebot dan membayar.

    Bagaimana pendapat anda?
    sekarang aja botter premi bayar 30 x 10.000 = 300.000 dihajar
    mau dibalikin ke 65.000
    wasalam udah

  8. #8
    Peco-Peco
    Join Date
    Nov 2016
    Location
    Kudus Kota Kretek
    Posts
    148
    Quote Originally Posted by gondes View Post
    sekarang aja botter premi bayar 30 x 10.000 = 300.000 dihajar
    mau dibalikin ke 65.000
    wasalam udah
    bener bro, 65k per ID mah jauh lebih murah dibanding beli premi sebulan
    90% bot itu premi semua, setidaknya 300 k perbulan (orang kaya semua dari jual zeny)
    yang jadi masalah itu orang2 yang nyalahin gravindo soal bot tapi belanja zeni ke botter
    atau bangga woe di guild yang pake ransum/gaji dari botter
    masak sudah berbulan2 belum bisa bedain player botter dan bukan
    Last edited by sotokudus; 06-19-2017 at 03:54 PM.

  9. #9
    Quote Originally Posted by gondes View Post
    sekarang aja botter premi bayar 30 x 10.000 = 300.000 dihajar
    mau dibalikin ke 65.000
    wasalam udah
    Tidak semua Bot Premium.
    95% Bot yg beredar itu jalan kaki dan ga premium (Bot Biaya 0 alias Gratisan)
    cuma up to 5% kali yang premium dan tele2.

  10. #10
    Quote Originally Posted by Elgoog View Post
    Tidak semua Bot Premium.
    95% Bot yg beredar itu jalan kaki dan ga premium (Bot Biaya 0 alias Gratisan)
    cuma up to 5% kali yang premium dan tele2.
    pengalaman gw di argiope dulu yg main tele banyak juga
    kaga tahu perbandingannya, kalau 5% sepertinya lebih

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •